10 Tips Memulai Belajar Desain Secara Otodidak

Artikel ini adalah jawaban untuk kalian yang bertanya, bagaimana cara memulai desain? Bagaimana tahapan membuat desain? Atau, Hal apa yang harus dipelajari dalam men-desain?

Oke, sebelum menjawab pertanyaan itu semua, Rasiva sangat menyarankan kalian membaca postingan Rasiva sebelumnya soal 8 Modal untuk Membuat Desain Grafis.

Udah dibaca?

Oke, silahkan lanjutkan membaca ^^

Bagaimana Memulai Desain Secara Otodidak?

nyfa-graphic-design-1400x500
Image by nyfa.edu

Sebenernya udah banyak website yang ngajarin gimana cara membuat desain dan desain grafis, termasuk di blog ini, jadi bukan hal sulit untuk mulai belajar secara otodidak, selama ada niat dan kemauan belajar.

Sekali lagi, aku pun masih newbie dalam per-desain-an, jadi semua yang aku tulis diblog ini bukan berdasarkan bahasa teori desain grafis seperti diperkuliahan, melainkan berdasarkan pengalaman aku belajar desain secara otodidak.

Buat kalian para newbie yang juga lagi belajar desain secara otodidak, berikut ini adalah 10 tips bagaimana memulai desain secara otodidak


  1. Niat


Yak.. seperti yang tadi pertama aku bilang. Pertama, kumpulin niat dulu :v niat mau belajar, mau berkarya, dan mau buat sesuatu. *klise banget ya wkwk*

Eh tapi disini, niat yang Rasiva maksud adalah niat pake banget ya.. Karena kata Allah juga kan barangsiapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil (Man Jadda wa Jada). Jadi ya kudu niat belajarnya :v

a-goal-without-a-plan-is-just-a-dream
Image by leafletdistrubutiondublin.com

 


  1. Tentukan Konsep dan Tema


Desain seperti apa yang akan kamu buat? Berapa kali berapa (ukuran) canvas yang dibutuhkan? Apa yang ingin ditonjolkan dalam desain kita? Apa tujuan desain itu? Untuk keperluan apa? Buat logo? Banner? Ilustrasi? Atau yang lain? Bisakah kamu membayangkannya? *ini termasuk ke bagian niat sih, hmm*

Buat kalian yang masih cuma iseng-iseng pengen belajar desain dan belum bisa membayangkan bakal buat desain yang seperti apa, kalian bisa searching-searching di google karya-karya desain grafis professional atau desain yang lain.

Saat kamu melihat suatu karya desain. Coba perhatikan dengan teliti dan seksama. Resapi dan rasakan (?) desain tersebut. Maksudnya gimana???

This slideshow requires JavaScript.

Misal kalian cari di google, dan ketemu desain seperti diatas. Coba kalian perhatikan dalam-dalam. Ooh.. warnanya simple ya.. Cuma perpaduan ijo sama putih gading… font nya sejajar.. gambar orangnya juga sejajar ya.. Hmm.. layoutnya seperti itu ya.. simple, rapih, dan pesannya tuh ngena dihati.

Contoh lain…

logo-rava-olshop

Oh.. itu tulisan fontnya seperti itu… yang satu ada yang gede banget didampingin (?) sama yang kecil banget. Warnanya cuma terdiri dari coklat, cream, sama merah. Ada sedikit gradasi ditengah warna coklat. Oh ini berarti temanya warna coklat (biasanya untuk logo ada filosofi tersendiri soal warna, selengkapnya bisa baca disini)

Dan lain sebagainya…

Intinya disini adalah coba bangun kepekaan kalian saat melihat suatu objek. Biasanya dari situ, akan timbul sense nya, atau minimal kita terinspirasi, dan akhirnya tahu konsep seperti apa yang akan kita buat pada desain kita.


  1. Kumpulkan bahan-bahan


Kalau udah ketemu konsep dan temanya, waktunya kita mengumpulkan “bahan-bahan.”

Bahan-bahan yang dimaksud disini adalah apapun yang kita butuhkan untuk membuat suatu desain. Software desain kesayangan kita mungkin sudah memiliki tools-tools yang sudah mencukupi kebutuhan kita,

Namun barangkali kita masih membutuhkan foto atau font penunjang lain, diluar yang dimiliki software desain. Ini tergantung kebutuhan.

Untuk tambahan bahan-bahan seperti font, kalian bisa men-downloadnya di http://dafont.com, sedangkan untuk foto, kalian bisa mendapatkannya di google gambar, pinterest, atau we heart it.

Namun sekali lagi aku ingatkan, untuk kalian yang akan serius desain dan ingin menjadikannya penambah penghasilan, gunakanlah bahan-bahan dari arsip sendiri atau beli lisensi dari bahan-bahan (font atau gambar) dari sipembuat desain.


  1. Pilih Font dan Atur Skalanya

Kalau semua sudah siap, kita bisa mulai men-desain atau menggambarkan apa yang sudah kita konsepkan.

Apabila pada desain kalian perlu menambahkan font, pilihlah font yang sesuai dengan tema desain kalian.

Misal, kalian akan membuat desain bertemakan kartun yang cheerful. Pilihlah font-font yang memang sesuai dengan tema itu seperti comic sans, da bomb, atau font-font lucu lainnya yang bisa kalian sesuaikan.

Kenapa harus sesuai? Ya, kan nggak enak aja, kalo kalian buat desain tema kartun cheerful, terus pake fontnya kayak chiller atau font-font yang mirip-mirip tetesan darah. Ya, kecuali kalo desain kalian kartunnya horror :v *intinya, semakin sesuai semakin bagus.

Contoh font tema vintage:

dbfc719a4fbc27e5fa2b2d3758cff3d0
Image by pinterest

Contoh font pada logo

large__original_01
Font nya pas. Image by studio.envato.com

Setelah mengetahui font yang sesuai, coba perhatikan kesan monoton. Apa itu?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, monoton itu sama arti dengan “bosan”. Jadi, kesan monoton pada desain, maksudnya jangan sampe desain kalian membosankan. Ibaratnya kayak minum teh, nggak pake gula. Ya, hambar aja.

Lalu, bagaimana supaya nggak monoton?

Seperti filosofi teh tawar diatas, supaya desain kita nggak monoton, kita bisa tambahkan “pemanis”.

4994052
Image by timedoftindia.indiatimes.com

Oiya, perlu aku garis bawahi sebelumnya, bahwa desain yang sederhana itu bukan berarti monoton, lho. Beberapa desain sederhana terkadang lebih menarik dan terfokus pada apa yang ingin si pembuat desain tonjolkan. Dan disetiap desain, sesederhana apapun, pasti ada “pemanis” yang kadarnya berbeda-beda.

Lalu mungkin kalian bertanya, bagaimana desain yang monoton dan cara menambahkan pemanis?

Pertama, kita bisa memilih beberapa jenis font dengan bentuk dan ketebalan yang berbeda-beda. Ya, sekitar 1-3 font yang berbeda juga bisa.

Kedua, atur skalanya. Dalam satu kalimat, kita tidak harus membuatnya sama. Terkadang, tulisan dengan skala (ukuran) yang berbeda bisa lebih menarik dan memberikan kesan kuat pada beberapa kata kunci di kalimat itu sendiri.

Alternatif lain, kalian bisa menggunakan warna font yang berbeda dalam satu kalimat/kata.

Kalian bisa mengkreasikan atau memadu-madankan beberapa hal diatas, sehingga kalian bisa menemukan desain yang tepat dan tidak monoton.

Contoh desain sederhana:

google-logo-old-vs-new

Perubahan logo instagram dan google. Makin lama makin simple. Biasanya memang logo adalah contoh desain yang “paling bisa” simple. Perhatikan perpaduan warnanya. Biasanya, warna pada logo memiliki arti tersendiri. Pemilihan warna bisa menjadi pemanis tersendiri pada desain yang kita buat.

a-simple-wallpaper-1440x900-47783

image by hqwallbase.site

Wallpaper simple. Membuat pesan utama lebih menonjol.

tips-2

Contoh desain ilustrasi simple diatas memakai dua jenis font yang berbeda. Dengan skala ukuran yang berbeda pula.

kata_bijak_pengusaha_muda_sukses

Contoh desain quotes dengan warna font, ketebalan, dan skala yang berbeda. Perbedaan tersebut berfungsi menonjolkan kalimat yang khusus (sangat penting).


  1. Atur dan Perhatikan Warna, Kontras, dan Tingkat Kecerahan


Sesudah kalian memilih font dan mengatur skalanya, kalian bisa mengatur dan memilih warna, kontras, dan tingkat kecerahannya.

Kalau desain yang kalian buat berupa vector, yang pada umumnya lebih sederhana, mungkin kalian hanya butuh pemilihan warna yang tepat.

Pilihlah suatu tema warna (sekali lagi, sesuaikan dengan konsep desain) atau kalian bisa memulainya dengan warna favorit kalian sendiri.

Memberikan gradasi atau shadow juga bisa menjadi tambahan pemanis. Pilihlah gradasi dari turunan warna tersebut atau dari beberapa warna yang senada. *tapi kalau kalian mau colour block juga bisa, asal bisa ngatur komposisinya.

colorful-ornamental-abstract-design_23-2147501644
Contoh vektor ini didominasi warna orange-jingga

Itu tadi kan vector, nah kalau kalian mau membuat desain dari foto real (bitmap), kalian bisa mengatur kontras dan brightnessnya atau bahkan memberikan efek filter sebagai pemanis. Kalian bisa gunakan aplikasi VSCO, jika ingin menambahkan filter *karena apk itu punya buanyak filter-filter kece.

87fe410f0c445862ac4b3f65a16b8041
Image by pinterest

Supaya tulisan terlihat lebih menonjol, background diberi filter dan agak digelapin

(Selengkapnya soal perbedaan vector dan bitmap, bisa kalian baca disini)


  1. Mainkan garis dan bentuk


Dalam desain grafis, khususnya membuat vector, garis dan bentuk ini menjadi komponen yang nggak terlupa dan bisa jadi opsi pemanis.

Kalian bisa menambahkan garis simetris sebagai pemisah atau berkreasi pada bentuk untuk membuat suatu desain geometri sederhana hingga kompleks.

Untuk warnanya bisa kalian sesuaikan dengan tema desain kalian.

quote1

Ditambahin garis buat pemisah (pemanis)

10554

Ditambahin frame kotak + setengah lingkaran dan garis melengkung (pemanis)

geometric-squares-background_23-2147490717
Image by freepik.com

Desain abstrak dari pola bentuk kotak / segiempat.

horse-head-geometric-art-design
image by template.net

Gambar kuda dari pola bentuk segitiga


  1. Atur komposisi seimbang


Setelah komponen ditambahkan, hal terakhir dan sangat penting untuk diperhatikan adalah mengatur komposisi dari masing-masing komponen tersebut.

Perhatikan komposisi agar tidak berlebihan, namun juga tidak monoton. Hal yang harus kalian betul-betul pahami dalam mengatur komposisi adalah membuat desain yang seimbang. Yup, ini penting banget.

Membuat desain yang seimbang disini, kalian bisa menggunakan desain yang simetris maupun asimetris. Apa itu simetris dan asimetris???

asymmetry-comparission

Desain simetris adalah desain yang dibuat dengan memperhatikan kesamaan bentuk (kiri dan kanan), sehingga jika dibagi 2, ukuran (panjangnya) akan tetap sama. Berbeda dengan,

Desain asimetris adalah desain yang dibuat secara abstrak (tidak beraturan), namun tetap memperhatikan keindahan.

note: pengertian ini dibuat berdasarkan pemahaman Rasiva dari gambar diatas :v *CMIIW aja ya XD hehe. Lanjuttt…

Contoh desain yang simetris, misalnya yang berupa bentuk (bidang), sedangkan contoh desain yang asimetris, misalnya tulisan (font), gambar (foto), dll…

Setelah tau desainnya, sekarang Rasiva mau kasih tau, bagaimana sih keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris pada desain???

Untuk lebih jelasnya, langsung aja kita liat gambar berikut ini…

pee_mak_international_poster
Image by Evelinaulia.blogspot.com

 

Gambar poster film diatas adalah contoh dari desain yang menggunakan keseimbangan simetris.

Terlihat dari perpaduan kedua elemen visual (kedua tokoh utama) yang disusun secara simetris antara kiri dan kanan. Elemen sebelah kiri diseimbangkan dengan elemen disebelah kanan secara serupa seperti cermin.

thieu-nien-bac-t1i-201606158
Image by mozofu.blogspot.com

Gambar diatas adalah contoh dari desain yang menggunakan keseimbangan asimetris.

Terlihat dari objek utama (sang tokoh) disebelah kanan  diseimbangkan dengan teks disebelah kiri dan sedikit ngisi kekosongan disebelah kanan, ditambah dengan permainan warna dan tingkat kecerahan pada background.

Orang-orang (?) bilang katanya desain yang mengandung keseimbangan asimetris ini dapat memberikan ketegangan visual dan lebih tidak monoton. Menurut aku sih, simetris nggak simetris yang penting seimbang :v

Ada beberapa tips untuk mengatur komposisi desain simetris dan asimetris ini agar menjadi desain yang seimbang…

  • seimbangkan gambar (elemen visual utama) dengan tulisan (skala yang berbeda)
  • seimbangkan elemen visual utama dengan permainan warna dan tekstur
  • seimbangkan elemen visual utama dengan teks dan bidang
  • seimbangkan elemen visual utama dengan posisi elemen lain (pendukung)
  • seimbangkan elemen visual utama dengan permainan kontras

  1. Berpikir kreatif


think-creative
Image by yourstory.com

Poin kedelapan sampai kesepuluh ini adalah tips tambahan buat kalian yang hendak memulai belajar desain secara otodidak.

Berpikir kreatif atau kecenderungan membuat sesuatu yang berbeda adalah bumbunya. Bumbu ini biasanya didapat dengan sendirinya.

Ya, entah, yang namanya kreatif, aku susah buat ngejelasin teknisnya :v rasanya itu pure “ilham” dari Yang Maha Kuasa. Tinggal kita yang niatin pengen cari sesuatu yang fresh dan beda.


  1. Catat / gambar setiap inspirasi


catch-a-falling-star
Image by book-in-week.com

Inspirasi itu bisa datang kapan aja. Dimana aja. Saat kita lagi ngapain aja. Tapi masalahnya, sifat alami manusia yang mudah lupa terkadang membuat banyak inspirasi berharga meluap gitu aja.

Kalau tiba-tiba kalian dapet ilham buat sesuatu, coba segera catat poin-poin penting dari ide yang ada dikepala kamu. Dengan menangkap ide-ide tersebut, kamu tidak akan kehilangan mereka ketika dibutuhkan nanti.

Kalian bisa mencatatnya di note. Tapi dizaman era digital serba modern ini, kalian bisa memanfaatkan aplikasi note yang ada digadget kalian untuk mencatat semua inspirasi yang ada.


  1. Terus berlatih


sem
Image by nengvitha.blogspot.com

Teruslah berlatih karena dengan berlatih, kemampuan kita akan terus terasah, baik itu hanya iseng, untuk tugas, maupun untuk keperluan lain.

Dengan berlatih, kalian bisa meningkatkan kemampuan kalian, membangun sense of design, dan kreativitas untuk membuat hal-hal baru.

***
Mempelajari desain adalah salah satu cara kita mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Manusia yang rata-rata adalah makhluk visual membuat penyampaian pesan lewat gambar dinilai lebih cepat dipahami dan diingat.

Semoga ilmu dan penyampaian Rasiva ini bisa berkenan dan bermanfaat ya untuk pembaca sekalian ^^

Salam,

rasiva-nadila-1

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s